Jumat, 04 Maret 2011

Filsafat Sebagai Induk Ilmu Pengetahuan


A.    Dasar pemikiran Filsafat Sebagai Induk Ilmu Pengetahuan.
Bila kita berbicara mengenai filsafat, maka kita membicarakan studi yang memperlajari seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis. Feti Fatimah dan Noverius Laoli sependapat akan hal bahwa filsafat adalah ilmu yang paling tua dan mempunyai objek yang luas dan umum. Oleh karena itu, filsafat disebut sebagai “ induk “ atau “ ibu “ dari ilmu pengetahuan ( mater of scientiarum ). Bilamana kita telusuri mengapa dan bagaimana ilmu filsafat menjadi ilmu yang paling tertua, maka akan kita temukan bahwa filsafat pada mulanya timbul karena manusia merasa kagum dan heran. Pada tahap awalnya kekaguman dan keheranan itu terarah pada gejala-gejala alam. Dalam perkembangan lebih lanjut, karena permasalahan manusia menjadi lebih kompleks, maka manusia berusaha mencari jawaban atas berbagai permasalahannya dengan perenungan untuk mencari kebenaran. Literatur tentang filsafat sebagai induk dari segala ilmu ini dapat ditarik pada masa keemasan Yunani kuno, dimana kondisi masyarakat tidak banyak bergejolak dan kebutuhan dasar setiap orang terpenuhi. Dalam masyarakat seperti ini orang mulai bertanya-tanya mengenai hahikat dirinya. Disinilah manusia mulai mengenal filsafat, yaitu sebagai sebuah proses perenungan untuk mencari kebenaran dimana manusia keluar dari kesempitan berfikir dan berani berfikir secara universal dan menyeluruh.
Lebih lanjut mengenai awal dari manusia berfilsafat, dapat dikatakan bahwa ilmu pengetahuan dimulai dari rasa ingin tahu, kepastian dimulai dari rasa ragu-ragu. Dari sanalah filsafat muncul dan mengakomodasi kedua-duanya.  Filsafat juga dianalogikan sebagai “ pohon ilmu ” dimana setiap cabang-cabangnya melahirkan cabang ilmu pengetahuan yang baru.
Sebagai induk dari ilmu pengetahuan, antara filsafat dan ilmu pengetahuan lainnya mempunyai hubungan timbal balik. Bagi filsafat, ilmu pengetahuan  dapat menyediakan sejumlah besar bahan yang berupa fakta-fakta yang sangat penting bagi perkembangan ide-ide filsafat sekaligus sebagai landasan pengetahuan ilmiah agar pembahasaannya bersifat rasional, mendalam, runtut, dan tidak menimbulkan kesalahan. Sebaliknya bagi ilmu pengetahuan, filsafat secara kritis menganalisis konsep-konsep dasar dan memeriksa asumsi-asumsi dari ilmu untuk memperoleh objektivitas dan validitasnya. Berikut merupakan bagan untuk mengetahui lebih jelas tentang perkembangan filsafat samapai akhirnya dijadikan sebagai induk ilmu pengetahuan.



1 komentar:

  1. Kesempatan dapat uang terbaik yang ada di seluruh internet saat ini. ODAP Terbukti membayar dan bukan penipuan. http://www.penasaran.net/?ref=4nmdt2

    BalasHapus